Mengenal Sound dalam Pembuatan Film

Sound atau suara memberi peranan penting dalam sebuah film. Oleh karena itu mengetahui segala hal yang berkaitan dengan sound sangat di perlukan.

Karena salah satu dari sekian banyak unsur penting dalam membuat film adalah suara.

Baik tidaknya kualitas suara dalam film sangat berpengaruh terhadap film itu sendiri.

Sound terbagi menjadi 2 jenis:

1. Diegetic

2. Non – Diegetic

Diegetic

Suara yang sumbernya terlihat di layar atau yang suaranya disiratkan hadir oleh aksi dalam film; juga ditandai dengan off-screen atau on-screen.

Contoh:

  • Suara karakter
  • Suara yang di buat oleh peraga
  • Musik yang berasal dari instrumen dalam film

Audio: Film Generasi Micin

Cara termudah untuk memahami suara diegetik adalah dengan memikirkan apa yang dapat didengar oleh karakter di layar.

Non – Diegetic

Suara yang sumbernya tidak terlihat di layar juga tidak diterapkan oleh aksi film; pada dasarnya, setiap suara yang keluar tersebut di luar tempat cerita.

Contoh:

  • Komentar narator
  • Efek suara ditambahkan untuk efek dramatis
  • Musik

Audio: Kevin MacLeod – Sneaky Snitch

Sekali lagi, ini adalah hal-hal yang didengar oleh penonton yang tidak dimiliki oleh para karakter.

Disamping itu unsur-unsur audio atau suara ini terbagi menjadi 4 jenis:

  1. Percakapan
  2. Musik
  3. Efek Suara
  4. Ambience

Percakapan

Percakapan merupakan unsur suara yang isinya berupa percakapan dari tokoh didalam film. Speech terbagi menjadi 4, yaitu:

  • Monolog
  • Dialog
  • Narasi
  • Direct Address

Musik

Musik didalam film digunakan untuk menambahkan dramatisasi dalam sebuah cerita, dimana gambar dan suara sudah tidak mampu lagi memperkuat efek dramatis, tetapi apabila gambar dan suara yang ada sudah mampu menampilkan efek dramatis, musik juga dapat dipergunakan untuk lebih memperkuat efek tersebut. Sumber dramatis dari musik dalam sebuah adegan dapat bersifat berkaitan dengan adegan, fungsional dan realitas.

Baca Juga: 7 Situs Sound Effect dan Musik Bebas Royalti yang harus kamu coba!

Efek Suara

Efek suara merupakan suara – selain dialog – yang dihasilkan oleh orang ataupun benda, bersamaan dengan suara-suara yang muncul secara alami pada latar belakang. Efek suara dalam film digunakan untuk menekankan informasi yang hendak disampaikan, memberikan kesan realita didalam ruang cerita, menciptakan ilusi dan juga mood dalam cerita. Efek suara bisa berkaitan dengan kejadian di dalam atau di luar screen.
Efek suara dalam film bisa berasal dari 3 sumber:

  • Production sound

yaitu efek suara yang direkam dilapangan. Yang direkam bersaman dengan gambar, ataupun juga yang direkam tersendiri disaat tidak sedang dilakukan shooting atau pengambilan gambar.

  • Foley

yaitu efek suara yang direkam pada tahap paska produksi mengikuti gambar.

  • Sound library

yaitu kumpulan efek suara yang sudah direkam sebelumnya yang dijual dan bisa dipergunakan dengan bebas dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh penjual sound library.

Ambience

Ambience adalah suara latar yang hadir di dalam adegan atau scene untuk menunjukan tempat (lokasi). Misalnya, suara ombak akan menginterprestasikan laut atau pantai.

Fungsi dari adanya ambient sound sangat penting di dalam produksi suara film, selain untuk menunjukan tempat dapat pula berfungsi sebagai kesinambungan suara pada adegan film, sehingga penciptaan visual yg dibuat dari susunan shot tidak terasa oleh penonton. Hal yang sangat penting dari Ambience adalah untuk membangun mood dalam film.