Aturan dan Unsur “Storytelling”

Apa itu Storytelling? Mengapa Storytelling sangat penting dalam film? Disini kita akan mengetahui beberapa aturan dan unsur dalam Storytelling.

Storytelling adalah seni di mana seorang pencerita menyampaikan pesan, kebenaran, informasi, pengetahuan, atau kebijaksanaan kepada pendengar/penonton – sering secara subliminal – dengan cara yang menghibur, menggunakan keterampilan apa pun, (musik, artistik, kreatif) atau alat peraga yang ia pilih, untuk meningkatkan kenikmatan, resensi, dan pemahaman penonton atas pesan yang ingin disampaikan.

Storytelling yang efektif ialah yang melibatkan pemahaman mendalam tentang emosi, motivasi, dan psikologi manusia untuk benar-benar dapat menimbulkan kesan yang kuat terhadap penonton.

Ada beberapa aturan menurut Pixar untuk memperkuat kita dalam menyampaikan cerita kepada pendengar/penonton. Pixar adalah studio animasi komputer Amerika Serikat yang berpusat di California. Pixar telah menghasilkan banyak film salah satunya adalah Toy Story pada tahun 1995.

6 aturan yang hebat dalam bercerita menurut Pixar adalah sebagai berikut:

 

1. Cerita yang dekat dan universal

aturan dan unsur storytelling

Ambilah cerita yang dekat dan universal tentang bagian dari kondisi manusia, seperti kelahiran, pertumbuhan, emosional, aspirasi, dan konflik lalu sampaikanlah dalam situasi yang unik. Menurut Direktur Pixar, Pete Docter, “Tuliskan peristiwa yang dekat dengan keseharian kita, apa yang pernah kita alami dan rasakan. Dengan begitu akan lebih mudah sehingga membuat penonton memiliki perasaan yang sama dengan apa yang kita ceritakan.”

Pecahkan setiap elemen kecil peristiwa yang dialami tersebut, kamu harus dapat mengenali setiap detailnya agar dapat menceritakan kisah yang luar biasa.

2. Cerita Harus Memiliki Struktur dan Tujuan yang Jelas

Part A (Struktur)

Sebuah cerita yang baik harus terstruktur dan memiliki tujuan yang jelas. Contohnya, “Suatu hari ada (blank). Setiap hari ia melakukan (blank). Suatu hari (blank) karena (blank) hingga ia (blank).” Dengan membuat cerita yang ingin diceritakan dan memiliki tujuan yang nyata, ceritamu akan memiliki dampak yang lebih besar terhadap dunia.

Part B (Tujuan)

Mengapa kamu harus menceritakan kisah ini?

Apa keyakinan yang membara di dalam diri kamu yang menjadi sumber cerita?

Apa tujuan lebih besar yang dilayaninya? Apa yang diajarkannya?

Itu adalah jantung dari kisah yang benar-benar hebat.

Dengan menyusun cerita yang kamu ingin ceritakan karena itu melayani tujuan nyata, cerita kamu akan memiliki dampak yang lebih besar pada dunia.

3. Ciptakan karakter yang mengakar

Ini mungkin tampak sederhana, tapi mesti diingat tiap kamu membuat cerita. Ciptakan karakter yang mengakar sehingga karakter tersebut akan terus teringat dan membekas di benak penonton. Tonjolkan perjalanan karakter dari awal kemunculan hingga akhir filmya.

Ketika karakter yang kamu ciptakan dapat melawan segala rintangan, menghadapi kesulitan, dan mencapai kemenangan hingga akhir filmnya, maka penonton akan mengingat dan menceritakan kembali perjalanan karakter tersebut.

Baca Juga: 8 Situs Berita Filmmaking Yang Wajib Kamu Kunjungi

4. Ciptakan cerita dengan emosi yang mendalam

Emosi berkaitan erat dengan perasaan, bisa sedih, marah, bahagia, kesal, dan senang. Kalau kamu ingin membuat cerita dengan emosi karakter yang sedih, maka tanyakan pada diri sendiri “Kenapa kamu merasakan hal tersebut?“ Tanyakan secara terus-menerus untuk memahami reaksi emosionalmu sendiri terhadap cerita sehingga dapat belajar untuk menceritakan lebih banyak kisah otentik yang lebih nyata.

5. Buat cerita yang mengejutkan dan tidak mudah ditebak

Kita semua telah melihat alur cerita “dongeng” klasik: putri yang tidak berdaya dan membutuhkan pangeran menawan untuk menyelamatkan diri.

Cerita tersebut sangat klasik dan mudah tertebak. Kita dapat mengambil contoh dari film-film Pixar dan Walt Disney saat ini yang menggunakan film animasi sebagai media untuk mengatasi fenomena kehidupan nyata,  stereotip, dan norma. Contohnya, tertuang dalam film seperti Brave, Coco, Tangled, dan Moana yang membantu kita untuk memahami dan merenungkan topik-topik besar yang berpusat pada manusia yang dikemas secara ringan dan dapat diterima semua kalangan.

Seringkali topik atau tema yang mengejutkan tersebut tidak terduga sehingga membuat penonton berpikir tentang ceritanya.

6. Buat cerita yang simpel dan fokus

Pernahkah kamu menonton film atau membaca buku di mana kamu harus terus bertanya pada diri sendiri (atau orang lain) apa yang terjadi dalam alur cerita? Sebagai pembuat konten,  pastinya kamu ingin menyertakan sebanyak mungkin informasi di dalamnya.

Kamu ingin mengemas cerita penuh dengan karakter dan alur cerita. Sering kali kita bahkan tidak menyadari bahwa kita menambahkan lapisan yang tidak perlu.

Salah satu cara untuk mengetahui apakah ceritamu mudah diikuti atau tidak adalah dengan menceritakannya kepada teman atau anggota keluarga yang belum pernah mendengarnya sebelumnya. Perhatikan wajah mereka saat membacanya dan cobalah untuk melihat di mana mereka berhenti dan pertanyaan apa yang mungkin mereka miliki. Intinya, sederhanakan, sederhanakan, dan sederhanakan.

Nah, itu dia beberapa aturan yang Pixar terapkan dalam semua film-filmnya. Aturan tersebut terbukti mampu menghasilkan banyak film Pixar dan Disney yang berkesan di benak penonton, bahkan tidak lekang oleh waktu, contohnya saja seperti Toy Story, Cars, Up, The Incredibles, dan masih banyak lagi.

Setelah mengetahui aturan dalam bercerita kita juga harus tahu apa unsur yang menguatkan kita dalam berkisah, diantaranya adalah:

  1. Kekuatan protagonis
  2. Permainan emosi
  3. Teknik pengambilan gambar
  4. Audio

Itulah beberapa aturan dan unsur yang menguatkan kita dalam berkisah sehingga pesan yang ingin kita sampaikan masuk ke dalam emosi dan pikiran pendengar/penonton.