Deepfake! Manfaat atau Bencana untuk kita?

Banyak komen yang beredar baik sisi positif dan sisi negatif tentang teknologi Deepfake ini, sebelum kita masuk lebih jauh ke topik pembahasan, mungkin ada yang belum tahu apa itu deepfakes dan seberapa berpengaruhnya teknologi ini terhadap kita?

Apa itu Deepfake?

Seperti dilansir oleh medium.com Deepfake adalah algoritma asal Reddit yang dibuat memakai Deep Learning, yaitu sebuah teknik dalam pengembangan AI. Misalkan ada 2 orang individu A dan individu B dan kamu ingin memasang wajah dari A kepada sebuah video mengenai si B yang sedang berpidato.

Kombinasi dari sumber dan video yang ada menghasilkan video palsu yang menunjukkan seseorang atau orang yang melakukan tindakan pada peristiwa yang tidak pernah terjadi dalam kenyataan.

Video palsu semacam itu dapat dibuat untuk, misalnya, memperlihatkan seseorang melakukan tindakan seks yang tidak pernah mereka ikuti, atau dapat digunakan untuk mengubah kata-kata atau gerakan yang digunakan politisi untuk membuatnya terlihat seperti orang itu mengatakan sesuatu yang tidak pernah mereka lakukan.

Karena kemampuan ini, deepfake dapat digunakan untuk menyebarkan hoaks dan pada kasus lain bisa membuat video porno selebriti palsu seperti yang telah menimpa artis holywood Scarlett Johansson beberapa waktu yang lalu.

Deepfake! Manfaat atau Bencana untuk kita?
(Photo by Dimitrios Kambouris/Getty Images)

Scarlett Johansson menambahkan pada The Washington Post bahwa, Tidak ada yang bisa menghentikan seseorang dari memotong dan menempel gambar saya atau orang lain ke tubuh yang berbeda.” Mari kita berharap anggota parlemen di seluruh dunia segera bertindak bersama dan menangani ancaman serius ini bukan hanya keamanan nasional, tetapi untuk keamanan pribadi.”

Aktris tersebut bukan satu-satunya yang menjadi korban teknologi ini, ada beberapa aktris lain yang menjadi korban yang sama diantaranya adalah Emma Watson, Katy Perry, Taylor Swift dan masih banyak lagi yang lainnya.

Baca Juga: Apa itu LibreTaxi?

Di bidang politik Deepfake telah digunakan untuk merepresentasikan politisi terkenal di portal video atau chatroom. Misalnya, wajah Presiden Argentina Mauricio Macri digantikan oleh wajah Adolf Hitler, dan wajah Angela Merkel digantikan dengan wajah Donald Trump.

Pada bulan April 2018, Jordan Peele dan Jonah Peretti membuat deepfake menggunakan Barack Obama sebagai pengumuman layanan publik tentang bahaya deepfake.

Dengan Deepfake, orang manapun dengan kemampuan coding bisa membuat video palsu tokoh manapun dan bisa membuat statement palsu.

Kesimpulannya adalah setiap teknologi yang diciptakan memiliki sisi baik dan buruk tergantung orang yang menggunakan teknologi tersebut. Kegunaannya yang bermanfaat selalu diikuti dengan adanya potensi dari teknologi itu dalam berbuat kejahatan.

Apakah Deepfake bermanfaat atau sebaliknya mendatangkan bencana. Itu kembali dari setiap individu masing-masing.