Mengenal camera angle pada film

Mengenal Camera Angle Pada Film

Mengenal camera angle pada film sebagai tambahan untuk subjek kamera, sutradara menggunakan beberapa angle kamera untuk mengungkapkan gambaran isi dari subjek yang telah mereka rekam.

Ketika sutradara ingin merekam seseorang, sebuah ruangan atau sebuah pemandangan dari sudut yang kelihatan normal, mereka menempatkan kamera pada level mata orang dewasa, sekitar lima atau enam kaki dari atas tanah ketika karakter sedang berdiri sedikit lebih rendah dari mereka duduk. Ini disebut eye level shot.

Ketika sutradara merekam subjeknya dari bawah, hasil yang di rekam dinamakan low angle shot; dengan low angle shot kamera akan mendongak ke atas subjek. Dan ketika sutradara merekam subjek dari atas, maka hasil yang telah di rekam dinamakan high-angle shot; kamera terlihat ke bawah. Sebuah shot ekstrim atas kelihatan di ambil dari langit dan terlihat lurus ke bawah menuju subjek, shot ini dinamakan bird’s-eye view. Istilah close up, low-angle shot, extreme-long shot, dan yang lain menganggap kamera tepat menghadap subjek, dan untuk beberapa bagian shot dalam film panjang memang di ambil lurus. Ketika pengambilan gambar di ambil miring disebut dutch angle.

Dalam contoh gambar di bawah ini saya ambil dari film “Kingsman The Golden Circle” yang baru saja saya tonton.

Mengenal Camera Angle Pada Film

Eye-level Shot

Eye-level Shot mengacu kepada pandangan kita secara normal dalam melihat sebuah objek. Angle ini memperlihatkan subjek seperti apa yang kita lihat dalam dunia nyata.

Mengenal Camera Angle Pada Film

Low-angle Shot

Low-angle shot adalah pengambilan gambar dari kamera yang diposisikan rendah. Dengan mengambil gambar objek dari bawah, untuk memberi kesan lebih dominan atau kuat. Low-angle shot ini kadang-kadang memperluas shot subjek.

high angle

High-angle Shot

High-angle Shot adalah pengambilan gambar dari kamera yang diposisikan tinggi dan sudut pengambilan gambarnya di arahkan ke bawah. Efek dari angle ini membuatnya kurang kuat, lemah, remeh atau bahkan menunjukkan kepatuhan. Shot ini digunakan untuk menunjukkan tokoh mana yang memiliki kekuatan yang lebih atau superior dari yang lain.
Baca Juga: Definisi dan Konsep Penyuntingan Film

bird's eye view

Bird’s-eye View

Bird’s-eye view adalah shot yang di ambil dari posisi yang paling tinggi, digunakan untuk memperlihatkan keseluruhan ruang (establish) dari scene. Digunakan untuk efek yang dramatis atau untuk mempertunjukkan suatu perspektif mengenai ruang yang berbeda.

dutch angle

Dutch-tilt/Canted-angle Shot

Dutch-tilt shot adalah shot yang diambil tidak pada posisi normal baik horizontal atau vertikal, shot yang diambil dengan memiringkan kamera ke satu sisi. Gambar yang dihasilkan tidak teratur. Dutch-tilt kadang-kadang memberi kesan keadaan mental yang tidak seimbang kepada karakter.

Sumber: Film Studies An Introduction by Ed Sikov